Caracas,LiputanIslam.com-Otoritas Venezuela kemungkinan akan menangkap Juan Guaido (pemimpin oposisi) saat kembali dari luar negeri, menyusul pelanggaran atas larangan bepergian keluar negeri.

Dilansir dari stasiun berita Deutsche Welle (DW), Guaido mengabarkan dia akan kembali ke Venezuela usai melawat ke Ekuador.

Baru-baru ini, Guaido telah bertemu dengan presiden Brazil, Paraguay, dan Argentina agar mereka mendukungnya serta menekan Nicolas Maduro (presiden Venezuela) untuk turun jabatan.

Guaido tidak mengumumkan tanggal kepulangannya, namun juru bicaranya mengatakan, ia mungkin akan kembali ke Venezuela Senin (4/3).

AS dan 60 negara lain mengakui Guaido sebagai presiden Venezuela. Uni Eropa juga memperingatkan pemerintah Maduro agar tidak menangkapnya.

Menurut Uni Eropa, penangkapan Guaido akan meningkatkan ketegangan di negara Latin tersebut, serta memicu kecaman masyarakat dunia.

Federica Mogherini (penanggung jawab urusan luar negeri UE) melalui statemen yang dipublikasikan di situs UE menyatakan dukungan untuk Guaido.

Awalnya UE memberi tenggat waktu 8 hari kepada Maduro untuk turun dari jabatannya dan menyelenggarakan pemilu dini. Namun dengan penolakan Maduro terhadap tuntutan ini, UE mengakui Guaido sebagai presiden Venezuela.

Berdasarkan laporan DW, krisis Venezuela telah mendorong tiga hingga empat juta warganya berimigrasi ke negara-negara tetangga, terutama Kolombia. Krisis ini juga memicu inflasi tinggi dan kelangkaan bahan makanan serta obat-obatan.

Maduro berkeyakinan, tindakan Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai presiden, adalah bagian dari konspirasi yang dirancang Washington untuk menggulingkan dirinya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*