UK USA ISWashington, LiputanIslam.com – Intelejen Amerika Serikat (AS) dan Inggris dilaporkan telah menyadap sinyal pesawat tak berawak UAV miliki Israel yang melakukan operasi mata-mata di Gaza. Hal ini diungkapkan oleh Edward Snowden.

Britain’s Government Communications Headquarters (GCHQ) bekerjasama dengan US National Security Agency (NSA), melakukan operasi intelejen dengan sandi ‘Anarchist’ guna mengumpulkan informasi tentang kegiatan militer Israel di Gaza. Bocoran dokumen dari Snowden ini dirilis oleh The Intercept, seperti dikutip Farsnews, (30/1/2016).

Dengan menggunakan fasilitas Angkatan Udara Inggris di Siprus, operasi Anarchist menyadap sinyal drone Israel, mengumpulkan area snapshot dan memetakan jalur penerbangan UAV.

Lebih lanjut, Anarchist juga memonitor kegiatan Israel yang berusaha menghalau drone yang digunakan oleh Suriah dan Hizbullah, juga memantau kemungkinan untuk melakukan serangan terhadap Iran berdasarkan informasi yang didapat dari teknologi UAV.

Snapshot drone yang dirilis ke publik untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa Israel menggunakan drone senjata, meskipun fakta ini dibantah oleh rezim Zionis ini. Menurut pengamatan dari ahli yang diwawancarai, gambar drone yang didokumentasikan oleh GCHC yang memperlihatkan misil. Meskipun fakta telah terungkap, namun media-media Israel melakukan sensor berita yang terkait dengan penggunaan drone bersenjata.

Israel merupakan salah satu negara yang menjadi target penting dalam operasi intelejen AS. Meskipun antara AS dan Israel terjalin hubungan yang sangat erat, namun nampaknya AS tetap memantau gerak-gerik militer Israel.

Tahun 2015 lalu, ada laporan yang beredar bahwa pemerintahan AS yang dipimpin Presiden Barack Obama tetap memasang mata terhadap Israel dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, meskipun dua tahun sebelumnya ia pernah bersumpah akan mengurangi kegiatan mata-mata terhadap sekutu. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL