Beirut,LiputanIslam.com-Penanggung jawab kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE) menyatakan, langkah Inggris yang mencantumkan sayap politik Hizbullah dalam daftar terorisme tidak mengubah sikap organisasi ini terhadap kelompok tersebut.

Hal ini disampaikan Federica Mogherini dalam pertemuan dengan Gibran Basil (menlu Lebanon).

Dilansir oleh al-Manar, usai pertemuan itu, Basil menegaskan, dicantumkannya (sayap politik) Hizbullah dalam daftar terorisme tidak berdampak negatif atas Lebanon.

“Ini sudah menjadi hal biasa bagi kami. Inggris telah memberitahu Lebanon untuk tetap menjalin hubungan bilateral,”kata Basil.

“Jika dunia menyebut Muqawamah sebagai terorisme, rakyat Lebanon tak akan serta merta beranggapan serupa. Selama masih ada tanah yang dijajah (merujuk sebagian wilayah Lebanon yang masih diduduki Israel), lembaga pemerintah dan rakyat Lebanon tetap menyambut hangat kelompok perlawanan,”lanjutnya.

Terkait kepulangan para pengungsi Suriah, Basil menegaskan bahwa kepulangan mereka secara terhormat dan aman adalah satu-satunya solusi. Dia berkata bahwa UE akan membantu Lebanon dalam masalah ini.

Di pihak lain, Mogherini juga menyatakan, sikap Inggris terkait Hizbullah adalah kebijakan independen yang tidak memengaruhi pendirian UE terhadap kelompok tersebut.

Emmanuel Macron (presiden Prancis) pada Senin (25/2) juga mengkritik langkah Inggris. Dia menegaskan, Paris tetap membedakan antara sayap militer Hizbullah (yang dicap mereka sebagai teroris0 dan antara sayap politiknya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*