2349484620x310Riyadh, LiputanIslam.com – Pemerintah Arab Saudi secara resmi telah mengumumkan perubahan sistem penanggalan dari sistem qamariah (penanggalan berbasis sistem peredaran bulan) menjadi syamsiah (penanggalan berbasis perputaran bumi mengelilingi matahari).  Para pengamat ekonomi menilai bahwa keputusan ini diambil oleh Arab Saudi sebagai cara menghadapi krisis ekonomi yang mendera negeri tersebut.

Sebagaimana yang yang dilaporkan Kantor Berita Ilna, setelah keputusan ini diberlakukan, seluruh kementerian dan lembaga negara Arab Saudi akan menjalankan keputusan Dewan Menteri untuk mengubah sistem penggajian para pegawai negeri. Dengan demikian, sistem penggajian yang tadinya menggunakan kalender qamariah berubah menjadi syamsiah.

Para pengamat ekonomi mengkalkulasi bahwa dengan sistem baru ini, para pegawai Arab Saudi akan kehilangan hampir setengah dari gaji bulanan mereka dalam setahun. Artinya, perubahan ini mengurangi gaji para pegawai hingga 3 %.

Sementara itu, IRIB melaporkan, pemerintah Arab Saudi juga memberlakukan aturan baru terkait dengan kenaikan biaya haji dan umrah. Dilaporkan bahwa Dewan Menteri Arab Saudi telah menyetujui undang-undang baru untuk menaikan biaya penerbitan visa untuk kunjungan umum dan para jemaah haji yang ingin menunaikan ibadah di tanah suci. Berdasarkan salah satu ketentuan undang-undang tersebut, setiap jemaah haji yang akan menunaikan ibadah ini untuk kedua kalinya ia harus membayar 2.000 rial Arab Saudi (sekitar 530 dolar).

Para pengamat meyakini bahwa krisis ekonomi yang melatarbelakangi kebijakan baru pemerintah Arab Saudi itu merupakan akibat dari politik luar negeri Arab Saudi di Yaman dan juga karena masih tetap rendahnya harga minyak dunia. (AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL