Washington,LiputanIslam.com-Dalam sejumlah perkembangan internasional terakhir, menlu Amerika tidak mengambil sikap sebagai kepala perangkat diplomasi. Tugasnya justru dilakukan oleh orang lain.

Secara lahiriah, Rex Tillerson adalah menlu Amerika. Namun di lapangan, justru Nikki Haley, wakil Amerika di PBB, yang dengan statemen-statemennya terkait isu-isu penting dunia mengambil alih peran Tillerson.

Sebagai contoh, dalam isu krisis Korut dan program nuklir Iran, Haley-lah yang merilis statemen-statemen keras terhadap kedua negara tersebut. Pernyataan-pernyataan Haley kerap mengisi tajuk berita utama media-media dunia. Bisa dikatakan bahwa dengan tindakan ini, Haley telah melunturkan perang Tillerson di kemenlu Amerika.

Haley, yang sebelum ini adalah walikota South Carolina, sangat cepat memperoleh posisi di tengah kelompok konservatif Amerika. Padahal dia bukan warga asli Amerika, tapi putri dari seorang imigran asal India.

Banyak pejabat Amerika yang berpendapat, Haley bisa naik jabatan lebih tinggi dari yang dipegangnya saat ini. Bahkan sebagian berkeyakinan ia merupakan kandidat pengganti Tillerson, atau lebih dari itu, calon pemimpin Gedung Putih.

Sejauh ini, Tillerson belum menunjukkan tanda ingin mengundurkan diri dari kabinet pemerintahan Trump. Kendati demikian, perbedaan metode kepemimpinan Tillerson dan rekan-rekan mudanya di kemenlu Amerika, terutama dalam isu-isu terakhir, memunculkan rumor pergantian menlu. (af/tasnim)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL