Foto:farsnews

Foto:farsnews

Riyadh,LiputanIslam.com-Pasca kebijakan Saudi untuk memberlakukan penghematan ekonomi, kini muncul suara-suara dari dalam negeri untuk melakukan pemogokan.

Menurut laporan Ra’y al-Yaum, warga Saudi menganggap kebijakan para pejabat negara tak selaras dengan opini dan kehendak rakyat. Keputusan-keputusan pihak pemerintah justru berdampak negatif pada kehidupan mereka. Sebab itu, mereka menuntut perubahan kebijakan-kebijakan ini.

Minggu (30/10), warga Saudi membuat tagar “Pemogokan Rakyat Hari Ahad” di media-media sosial. Tagar ini menempati peringkat keempat trending topic di medsos Saudi.

Seorang pegiat medsos Saudi-yang tak ingin namanya disebut-mengatakan, ketika pihak kerajaan merasa rakyat menentang mereka, mereka langsung melayangkan tuduhan subversi kepada para penentang, tanpa terlebih dahulu melihat bentuk kritik dan protes rakyat.

Noura al-Harbi, seorang pengguna Twitter di Saudi, dalam cuitannya menyatakan, sebaiknya pemerintah tidak mengelabui rakyat lagi dengan janji-janji kosong. Ia mengajak rakyat Saudi bergabung dalam pemogokan.

Pemilik akun al-Aqil al-Aryab menulis:”Pemogokan umum ini bertujuan menghentikan perampasan hak-hak rakyat. Kita katakan kepada pemerintah, ‘Jangan anggap rakyat sebagai budak kalian. Kami berhak marah dan mengecam kalian.’”

Menurut laporan ini, jika warga Saudi sukses memindahkan pemogokan dari dunia maya ke dunia nyata, tak diragukan lagi rezim Saudi tak akan mampu membungkam semua rakyat dan menuduh mereka sebagai pengkhianat atau antek pihak asing.

Seruan pemogokan dan penentangan massal ini akan menghadapkan rezim Saudi dengan sebuah tantangan serius. Para pakar Saudi berpendapat, tak ada yang bisa memprediksi kekuatan sebuah seruan pertama pemogokan dan pembangkangan.(af/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL