Sana’a,LiputanIslam.com—Setidaknya, delapan orang nelayan terbunuh dan beberapa lainnya dikabarkan menghilang akibat serangan udara pesawat tempur Saudi yang menghantam Provinsi Hudaydah, Yaman. Serangan ini merupakan salah satu bagian kampanye militer yang dilakukan oleh rezim Saudi terhadap negara tetangganya itu.

Seorang anggota militer yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada stasiun TV al-Masirah bahwa serangan udara aliansi militer Saudi telah menghantam sebuah kapal nelayan yang sedang berlayar di pinggiran wilayah Khawkhah, sekitar 150 kilometer sebelah Barat Daya ibu kota Sana’a, Jum’at (22/7).

Jum’at dini hari, tentara Yaman dan aliansi pejuang dari Komite Populer telah meluncurkan sejumlah roket tipe Zelzal-1 dan Katyusha ke arah kelompok milisi dukungan Saudi yang setia kepada mantan presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi. Serangan ini menyebabkan kerugian bagi tentara bayaran Saudi tersebut.

Militer Yaman dan para pejuang dari Komite Populer juga meluncurkan sebuah serangan ke arah perbatasan Saudi yang terletak di wilayah Asir. Akibat serangan tersebut, seorang tentara pun dinyatakan tewas.

Tak hanya itu, Penembak jitu Yaman juga telah menembak dan membunuh pasukan Saudi yang berada di pangkalan militer Nashmeh. Aksi ini merupakan serangan balasan atas agresi militer Arab Saudi terhadap negara mereka.

Arab Saudi telah memulai serangannya atas Yaman sejak Maret 2015. Serangan ini bertujuan untuk mengembalikan kekuasaan mantan presiden Hadi, sekutu setia Riyadh, dan melemahkan kekuatan gerakan Houthi Ansarullah. Meski begitu, rezim Riyadh telah gagal mencapai tujuannya, sekalipun telah menghabiskan banyak dana untuk hal itu.

Agresi militer Saudi atas Yaman telah merenggut nyawa 12.000 orang, dan kebanyakannya adalah warga sipil. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL