Saudi ledakanRiyadh, LiputanIslam.com — Sedikitnya lima orang tewas dalam serangan bom dan penembakan di Masjid Imam Reza di kora Mahasen, Al Ahsa di Provinsi Timur Arab Saudi. Seperti diketahui, wilayah ini dihuni oleh mayoritas Muslim Syiah. Seperti dilaporkan Al Alam, (30/1/2016), pada awalnya terjadi ledakan bom di luar masjid.

“Seusai ledakan, ada satu orang pria bersenjata yang masuk ke masjid dan menembaki jamaah. Ada yang gugur dan ada pula yang terluka,”’ lapor saksi mata.

Aparat keamanan baru datang setelahnya, dan melarikan korban luka ke rumah sakit karena tidak ada ambulans yang datang.

Sepanjang 2015, terjadi beberapa kali serangan terhadap masjid-masjid di Arab Saudi. Namun yang menjadi target utama, adalah masjid-masjid yang biasa digunakan oleh penganut mazhab Syiah. Di Saudi, jumlah penganut Syiah mencapai 15%, dan sebagian besar berada di Provinsi Timur.

Berikut ini adalah daftar serangan mematikan tahun lalu di Saudi:

Tanggal 22 Mei 2015, terjadi serangan di Masjid Imam Ali, Qatif pada saat dilangsungkannya shalat Jumat. Setika jamaah tengah melakukan rakaat pertama, bom tiba-tiba meledak hebat. 20 orang gugur, dan sekitar 70 orang mengalami luka-luka.

Pelaku bom bunuh diri bernama Abu Ali Al Zahrani. Melalui media sosial, ISIS mengklaim bahwa Al Zahrani adalah salah satu anggotanya yang ditugaskan untuk melakukan serangan tersebut.

Seminggu setelahnya, pada 29 Mei 2015, bom kembali meledak di Masjid Al Anoud, Dammam, yang telah merengut nyawa Al Arbasy dan Al Isa, berikut 2 orang lainnya.

ISIS juga mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pelalu pengeboman adalah anggotanya bernama Abu Jandal Al Jizrawi. Dengan bangga, ISIS menganggap serangan ini berhasil karena meskipun pengamanannya ketat, namun mereka tetap bisa masuk ke lokasi.

Tanggal 6 Agustus 2015, serangan kembali terjadi di sebuah masjid di kompleks militer di Asir. Serangan ini memakan korban sebanyak 15 orang, yang sebagian besar adalah anggota dan calon anggota pasukan khusus kerajaan.

Melalui media sosial, ISIS mengkalim bahwa serangan itu adalah serangan terhadap ‘monumen kemurtadan’. “Dia (pelaku bom bunuh diri) mampu menyusup penjaga keamanan dan mencapai kumpulan kejahatan di dalam sebuah kamp pelatihan di Abha wilayah Asir, tempat kekuatan ledakan menyebabkan kematian dan mencederai puluhan lainnya,” ungkap pernyataan yang mengaku berasal dari ISIS.

Tanggal 17 Oktober 2015, kembali terjadi serangan di kota Saihat, Arab Saudi. Saat itu, jamaah Muslim Syiah tengah melakukan ibadah. Laporan saksi mata menyebutkan, ada tiga pria bersenjata yang datang ke lokasi, dan melepaskan tembakan. Lima orang gugur dalam serangan itu, dan serangan ini pun, ISIS mengaku dalangnya.

Tanggal 27 Oktober 2015, kembali terjadi ledakan bom bunuh diri di kota Najran. Serangan ini menyebabkan tiga orang gugur, dan 19 orang mengalami luka-luka. Menurut saksi mata, pelaku memasuki masjid, dan ledakan terjadi tak lama setelahnya. Melalui media sosial, ISIS mengumumkan bahwa mereka menargetkan Ismaliliyah, yaitu salah satu sekte Syiah yang minoritas di Saudi. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL