Damaskus,LiputanIslam.com-Penasihat presiden Suriah berkomentar tentang sejumlah pertemuan di Dewan Keamanan, Dewan HAM, dan lembaga-lembaga terkait PBB. Pertemuan-pertemuan itu digagas negara-negara Barat guna menekan Damaskus.

Bouthaina Shaaban menyatakan, negara-negara Barat berupaya menciptakan phobia Suriah di dunia. Mereka segera bertindak guna mencegah gempuran pemerintah Damaskus terhadap para teroris.

Menurutnya, tujuan utama keriuhan media yang dilancarkan Barat adalah menghalangi kemenangan Suriah. Ghouta Timur disebutnya sebagai titik penentu dalam pembasmian terorisme dan perlindungan terhadap rakyat Suriah.

“Kami tak pernah mendengar Barat bicara sepatah kata pun soal serangan rudal teroris ke Damaskus dan terbunuhnya warga sipil di sana. Perang kami melawan terorisme akan berlanjut, meski perang di Ghouta akan sangat menentukan,”tutur Shaaban dalam wawancara dengan televisi al-Mayadeen.

“Tuduhan dubes Prancis di PBB terhadap Suriah tidak realistis, karena Damaskus berkomitmen pada gencatan senjata. Kebanyakan warga sipil di Ghouta disandera oleh teroris, tapi Barat mendukung mereka agar bisa dimanfaatkan demi kepentingannya di masa depan.”

Shaaban mengatakan, siapa pun yang membaca pernyataan staf komite internasional HAM, dia akan merasa tengah membaca sebuah teks yang didiktekan Zionis.

Dia menegaskan, isu penggunaan senjata kimia atau pelanggaran HAM adalah bukti kepanikan Barat menyaksikan kemenangan pasukan Suriah.

“Sebagai koalisi yang telah mengalahkan terorisme, kami kuat dan tangguh. Kecil kemungkinan Suriah akan diserang, karena para pelakunya akan menanggung kerugian besar,”tandasnya. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*