Mosul,LiputanIslam.com-Menurut sejumlah laporan, ledakan besar yang diakibatkan serangan udara koalisi Amerika telah menewaskan lebih dari 230 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak. Para korban tewas karena tertimpa reruntuhan bangunan-bangunan tempat tinggal.

Kamis (23/3), warga lokal dan pejabat Irak mengumumkan, tim SAR di dekat rumah sakit Rahma di distrik Jadida, Mosul, masih sibuk melanjutkan pencarian korban di bawah reruntuhan akibat ledakan besar pada 16 Maret.

Sumber-sumber lokal menyebutkan, ada 230 korban tewas dalam peristiwa ini. Hingga kini baru 130 jenazah yang telah ditarik keluar dari bawah reruntuhan.

Penyebab ledakan ini belum diketahui secara pasti. Namun menurut warga lokal, serangan udara koalisi Amerika meledakkan sebuah truk pembawa bahan peledak dan meruntuhkan bangunan-bangunan di kawasan padat penduduk.

Faris al-Sanjari, seorang anggota parlemen Irak, mengatakan,”Tak mungkin puluhan orang tewas hanya karena hancurnya sebuah truk berisi bahan peledak.”

Seorang pejabat polisi juga mengatakan, Jumat lalu serangan koalisi Amerika menyasar sebuah jalan pemukiman dan menghancurkan sedikitnya 30 rumah.

Sejauh ini, koalisi pimpinan Amerika belum mengungkapkan detail serangan udara ke distrik Jadida, Mosul.

Brigadir Muhammad al-Jawari menyebut peristiwa ini sebagai sebuah bencana besar. “Sangat sulit untuk menemukan korban selamat dari ledakan ini, karena daerah ini benar-benar hancur lebur,”ungkapnya.

Berdasarkan laporan Airwars, sejak tahun 2014 hingga kini, serangan udara koalisi Amerika di Irak dan Suriah telah menewaskan sedikitnya 2463 warga sipil. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL