Sanaa,LiputanIslam.com-Stasiun televisi al-Masirah melaporkan, usai pengakuan Aramco terkait kebakaran di fasilitas perusahaan minyak ini, Saudi tidak habis pikir soal keberhasilan serangan pesawat nirawak Ansharullah. Pesawat nirawak tersebut menempuh jarak sekitar seribu kilometer dan lolos dari pantauan sistem pertahanan dan radar termodern Riyadh, hingga akhirnya menghantam penyulingan minyak Aramco.

Sebelum ini, menjelang tahun keempat agresi koalisi Saudi ke Yaman, sekjen Ansharullah mengumumkan,”Pada tahun keempat kami akan datang (ke Saudi) dengan nirawak jarak jauh kami.”

Kesuksesan serangan ke Aramco yang terletak di Riyadh ini adalah sebuah keberhasilan strategis. Satuan nirawak Ansharullah mengumumkan, serangan itu dilakukan dengan pesawat nirawak jenis Samad-2.

Aramco sendiri telah mengakui adanya kebakaran di salah satu fasilitasnya. Mereka mengumumkan tengah menyelidiki sebab-sebab kebakaran tersebut.

Al-Masirah lalu mengajukan pertanyaan: apa kepentingan strategis dari serangan drone Yaman ke Riyadh dan target yang telah dipilih secara akurat ini?

Thalib al-Hasani, reporter al-Masirah, menjawab pertanyaan ini dengan mengatakan,”Ini adalah sebuah kesuksesan militer dan merupakan keberhasilan terbesar bagi satuan nirawak komite rakyat Yaman. Keberhasilan ini diraih dalam bingkai proses pertahanan dan penguatan neraca militer dalam menghadapi agresi koalisi Saudi dan AS.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*