Qatif,LiputanIslam.com—Menteri Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan bahwa seorang petugas kepolisian telah terbunuh dan tiga lainnya terluka akibat “serangan teror” yang terjadi di kerajaan kaya minyak tersebut.

Menteri itu menyampaikan dalam sebuah pernyataan, yang dilansir oleh Kantor Berita Saudi (SPA), bahwa Wakil Sersan Adel Faleh al-Otaibi telah tewas dan tiga orang petugas lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa yang berlangsung pada Selasa (4/7) itu terjadi saat mobil patroli mereka dihantam oleh sebuah ledakan di daerah al-Mosara.

Selain itu, juru bicara kementerian juga mengatakan bahwa otoritas keamanan telah memulai investigasi atas kejahatan teror tersebut, akan tetapi keterangan lebih lanjut tentang insiden ini belum benar-benar diketahui secara baik.

Pada 11 Juni lalu, ledakan serupa pernah terjadi di wilayah yang sama. Seorang Petugas senior kepolisian pun tewas dan dua orang petugas lainnya mengalami luka-luka.

Daerah al-Mosara, sebuah daerah yang berada di Kota Awamiyah, akhir-akhir ini memang menjadi kota yang penuh pergolakan. Pergolakan ini muncul akibat rezim zalim yang dilakukan oleh pemerintah Saudi kepada rakyat Awamiyah yang terdiri dari minoritas penganut Syiah.

Sebelumnya, Pemerintah Saudi bermaksud untuk mengubah daerah al-Mosara menjadi zona komersial, sekalipun penduduk setempat atau pun PBB memperingatkan agar rencana kontroversial tersebut tidak diteruskan. Selain dapat menghancurkan warisan budaya yang telah berusia 400 tahun, rencana ini juga akan menyebabkan penduduk kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian mereka.

Provinsi bagian timur, khususnya wilayah Qatif, telah menjadi lokasi aksi demonstrasi damai sejak Februari 2011. Para demonstran mengeluhkan prilaku diskriminatif yang diberikan oleh pemerintah setempat yang menekan kebebasan mereka untuk berekspresi, dan mengekang hak-hak lainnya.

Aksi demonstrasi itu disikapi secara keras oleh pemerintah. Aksi tersebut semakin menjadi-jadi pada Januari 2016 lalu, setelah salah seorang ulama Syiah dieksekusi oleh pemerintah Riyadh. Langkah provokatif yang ditempuh pemerintah ini semakin menyebabkan ketegangan antara penduduk Qatif dan otoritas Arab Saudi.

Jumlah komunitas Syiah yang berada di wilayah itu berkisar 10 hingga 15 persen dari total populasi Arab Saudi. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL