Dari kiri ke kanan: Adel bin Sulaiman (korban) dan Pangeran Turki bin Saud al-Kabir (sumber foto: presstv.fa)

Dari kiri ke kanan: Adel bin Sulaiman (korban) dan Pangeran Turki bin Saud al-Kabir (sumber foto: presstv.fa)

Riyadh, LiputanIslam.com-Seorang pangeran Saudi dijatuhi hukuman mati. Dia didakwa telah membunuh seorang pemuda dalam sebuah perkelahian di pinggiran Riyadh.

Selasa (18/10), Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan, Pangeran Turki bin Saud al-Kabir telah dihukum mati atas dakwaan membunuh seorang warga bernama Adel bin Abdul Karim al-Muhaimid.

Tiga tahun sebelumnya, pengadilan di Saudi telah menyatakan pangeran ini bersalah.

Dalam statemen yang dikeluarkan Kementerian Saudi disebutkan,”Aparat berhasil menangkap pelaku. Setelah penyelidikan, dia dituduh melakukan pembunuhan. Kemudian dia divonis bersalah dan dijatuhi hukuman mati.”

Menurut Kementerian ini, hukuman atas pangeran ini dilaksanakan setelah dikukuhkan Pengadilan Revisi dan Mahkamah Agung Negara.

Sebelumnya keluarga korban disarankan menerima diyat sebagai ganti hukuman mati. Namun pihak keluarga menolak saran ini.

Media menyebut hukuman mati atas anggota keluarga Kerajaan sebagai peristiwa langka. Sebagian pengamat mengatakan, ada kemungkinan pangeran ini dari pihak oposisi rezim Saudi.

Berdasarkan laporan dari berbagai sumber berita, dalam beberapa tahun terakhir, banyak pangeran Saudi yang menggunakan cara ilegal untuk memiliki gaya hidup mewah. Ini menyebabkan terjadinya banyak skandal di tengah dinasti ini.

Tahun lalu, Pangeran Majid Abdulaziz Al Saud ditangkap aparat keamanan Los Angeles. Dia dituduh berupaya memerkosa seorang pelayan di kawasan Beverly Hills.

Hukuman Mati Mengerikan

Dalam statemen Kementerian Saudi tidak disebutkan bagaimana Pangeran Turki dihukum mati. Di Saudi, hukuman mati biasa dilakukan dengan cara memancung leher. Namun sejumlah sumber memberitakan kemungkinan pangeran ini dihukum dengan cara digantung.

Sejak awal tahun 2016, Saudi telah memancung lebih dari seribu orang. Badan Amnesti Internasional telah meminta Saudi menghentikan hukuman mati horor ini.

Philip Luther, Direktur Badan Amnesti Internasional wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara menyatakan,”Saudi tidak mengindahkan keadilan dan HAM dalam menjatuhkan hukuman yang biadab.”

Raja Saudi mengklaim, hukuman pancung hanya dijatuhkan dalam kasus pembunuhan, penyelundupan narkoba, perampokan bersenjata, pemerkosaan, dan kemurtadan. Meski demikian, pengadilan-pengadilan Saudi sejak tahun lalu menjatuhkan hukuman pancung atas sejumlah aktivis. Kesalahan mereka hanya mengkritik kerajaan melalui media-media sosial.(AF/presstv.fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL