Gaza,LiputanIslam.com—Seorang demonstran Palestina yang terluka akibat serangan militer Israel di Jalur Gaza pada Jum’at lalu (22/6), akhirnya meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

“Pemuda berusia 29 tahun itu meninggal di rumah sakit setelah menderita luka berat yang diakibatkan oleh serangan militer Israel,” ucap jubir Kemenkes Gaza, Ashraf Kidra, pada Minggu (24/6).

Meninggalnya satu demonstran Palestina ini menambah jumlah korban Great March of Return menjadi 132 orang, dengan jumlah korban terluka akibat tembakan dan gas air mata mencapai ribuan orang.

Demonstrasi bertajuk Great March of Return ini telah dimulai oleh warga Palestina sejak 30 Maret lalu. Mereka menuntut agar hak-hak rakyat Palestina yang direbut oleh rezim Israel segera dikembalikan.

Beberapa dekade terakhir, hubungan antara Israel dan Palestina semakin memburuk. Rakyat Palestina menginginkan pengakuan atas kemerdekaan mereka sebagai sebuah bangsa, lengkap dengan wilayahnya yang mellputi West Bank, Yerussalem Timur, dan Jalur Gaza. Hubungan antar kedua negara ini semakin diperparah dengan pengakuan kontroversial Donald Trump, yang memindahkan kedubesnya ke Yerussalem dan mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel, menggantikan Tel Aviv. (fd/Sputnik)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*