ISIS IsraelTel Aviv, LiputanIslam.com — Pejabat militer Israel mengungkap bahwa affiliasi kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang beroperasi di dekat perbatasan Suriah dengan wilayah pendudukan Palestina telah memiliki senjata kimia. Namun ia meyakini, bahwa hal itu bukanlah sebuah ancaman bagi Tel Aviv.

“Kelompok yang menamakan dirinya sebagai Brigade Martir Yarmouk tersebut mungkin akan melakukan uji coba senjata, namun mereka tidak peduli dan tidak mengarahkan upaya ofensif terhadap Israel. Mereka terlalu sibuk memerangi kelompok lainnya di Suriah,” jelas pejabat tersebut, seperti dilansir Channel 10 Israel, yang dikutip Press TV (28/4/2016).

ISIS sendiri memang menggunakan serangan kimia di Suriah, sebagaimana yang terjadi baru-baru ini di pangkalan udara militer Suriah Dayr Al Zawr.

Hal serupa juga terjadi di Irak. Najmuddin Kareem, seorang gubernur Irak menyebut bahwa ISIS menggunkan zat beracun di desa Taza, Irak utara.

Meskipun Israel telah menjajah, mengusir, dan membantai kaum rakyat Palestina selama puluhan tahun, namun ISIS dan kelompok teroris lainnya tidak menganggap Israel sebagai musuh. Channel 2 Israel pernah mengungkap, jumlah anggota teroris yang telah menerima bantuan pengobatan dari Israel telah mencapai 2.100 orang.

Daily Mail juga pernah mengeluarkan laporan ekslusif, ketika pasukan Israel melakukan evakuasi terhadap anggota teroris yang terluka di medan perang Suriah. Di Dataran Tinggi Golan, berdiri rumah sakit darurat yang memberikan pertolongan pertama. Jika luka-lukanya parah dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka mereka dilarikan ke rumah sakit Israel terdekat. Menurut Daily Mail, ada sekitar 2.000 anggota teroris yang telah ditolong dan menelan biaya sekitar $ 13 juta.

Selain itu, Tentara Suriah juga berulang kali menyita senjata buatan Israel dalam jumlah besar dari kelompok teroris yang berhasil dilumpuhkan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL