Washington,LiputanIslam.com-Setelah berlalunya setahun sejak AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA), para senator senior Demokrat memperingatkan Donald Trump ihwal meningkatnya ketegangan dengan Teheran.

Senin (6/5) lalu, John Bolton mengumumkan pengiriman kapal perang ke Timur Tengah. Namun dia mengaku negaranya tidak berniat perang melawan Iran. Statemen ini dirilis beberapa saat usai kegagalan AS menggulingkan pemerintahan sah Nicolas Maduro.

Sebagian pakar menilai, statemen Bolton dirilis guna menjaga citra dan martabat AS pasca gagalnya kudeta di Venezuela.

“Saya benar-benar khawatir bahwa pemerintahan Trump tengah menggiring kita menuju perang yang tidak perlu dengan Iran,”kata Tim Kaine, senator AS dari Virginia, sekaligus anggota Komite Luar Negeri Senat.

“Beberapa bulan lalu, Gedung Putih mengambil langkah-langkah yang meningkatkan ketegangan dengan Iran. Sebagai contoh, pengiriman kapal USS Abraham Lincoln, yang sebenarnya hanya pengiriman reguler, disebutnya sebagai peringatan untuk Teheran,”lanjutnya.

Kaine menegaskan, pemerintahan Trump tidak diizinkan memulai perang versus Iran tanpa izin Kongres.

Senator AS lainnya, Chris Murphy, juga menilai Trump berniat meningkatkan ketegangan dengan Iran. Melalui Twitter, dia menyatakan,”Strategi Trump di hadapan Iran adalah murni eskalasi konflik.”

“Tidak ada titik akhir untuk permainan ini;tidak ada strategi komprehensif yang digunakan; tidak ada jalan untuk meloloskan diri. Yang ada hanya eskalasi konflik,”tandasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*