Washington,LiputanIslam.com-Senator AS dari Partai Republik pada hari Jumat (28/12) mengutarakan kekhawatirannya atas laporan masuknya tentara Suriah (SAA) ke kota Manbij. Saat ini, kota tersebut berada di bawah kendali milisi Kurdi.

“Jika laporan-laporan tentang kesepakatan Kurdi dengan Assad memang akurat, ini adalah sebuah bencana. Ini adalah mimpi buruk untuk Turki dan, akhirnya, Israel. Rusia, Iran, dan “ISIS” adalah pemenang besar (situasi ini),”cuit Lindsey Graham dalam akun Twitter-nya.

Kelompok Kurdi Suriah pada Jumat kemarin memohon agar Damaskus mengirim pasukan ke Manbij. Tujuannya adalah melindungi kota itu dan warganya dari kemungkinan serangan tentara Turki dan milisi sekutunya.

Media-media juga telah memberitakan masuknya pasukan SAA ke Manbij dan berkibarnya bendera Suriah di kota itu. Foto-foto yang tersiar di media-media sosial menunjukkan, setidaknya SAA telah memasuki salah satu desa di sekitar Manbij dan disambut hangat warga di sana.

Menanggapi perkembangan ini, presiden Turki menyebut laporan masuknya SAA ke Manbij sebagai “psy war.” Recep Tayyib Erdogan mengatakan, kelompok Kurdi “tidak berhak” meminta bantuan dari Damaskus.

Manbij terletak di timur laut Aleppo dan berada di bawah kendali milisi Kurdi (yang didukung AS) sejak 2016 pasca mundurnya ISIS. Dengan adanya keputusan Washington untuk menarik pasukannya dari Suriah, dan pernyataan kesiapan Turki untuk melancarkan operasi terhadap Kurdi, warga Manbij meminta agar pemerintah Damaskus mengambil alih kendali atas kota tersebut. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*