Washington,LiputanIslam.com-Kantor berita Sputnik mewawancarai seorang senator dari Partai Republik AS, yang baru kembali dari lawatannya ke Suriah.

Dalam wawancara dengan Sputnik, Richard Black berbicara soal pertemuannya dengan presiden Suriah baru-baru ini.

“Itu adalah kali kedua saya bertemu Presiden (Bashar) Assad. Rencananya kami hanya akan bertemu selama 45 menit, namun akhirnya kami bicara sampai 3 jam,”kata Black.

“Dalam pertemuan pertama, saya melihatnya tampak optimistis dan penuh tekad. Kali kedua, dia tampak yakin dan bersukacita. Saya pikir, seperti halnya rakyat Suriah, Assad berkeyakinan bahwa perang Suriah akan segera selesai, andai Barat tidak mengambil tindakan merugikan. Menurut saya, rakyat Suriah sudah bersiap menyambut berakhirnya perang,”sambungnya.

Senator negara bagian Virginia ini menyanjung Assad sebagai figur cerdas yang mengabdikan diri untuk rakyatnya, Black mengatakan, Assad dicintai karena dia berada di tengah warga tanpa pengawalan dan menghadiri acara warga Muslim atau Kristen tanpa terkecuali.

Black mengatakan, dia dan Assad berbincang soal Idlib dan pertempuran di provinsi itu. Menurutnya, Assad berusaha untuk menghindari pertumpahan darah dalam pertempuran itu semaksimal mungkin.

“Ini adalah kebijakan yang selalu dijalankan Suriah dalam perang. Tidak seperti kami (AS) yang menargetkan semua orang di Mosul atau Raqqa tanpa pandang bulu. Mereka tidak melakukan hal seperti ini di Suriah, sebab mereka membebaskan rakyat (dari teroris),”tandasnya.

Meurut Blcak, jika AS melibatkan diri dalam pertempuran Idlib demi membela “pemberontak bersenjata,” berarti Washington berperang di sisi al-Qaeda, kelompok teroris yang melakukan serangan ke WTC New York pada 2001 lalu. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*