Riyadh,LiputanIslam.com—Arab Saudi dan sekutunya di Yaman mengecam keras Dewan HAM PBB karena ingin memperbarui laporan atas dugaan terjadinya kejahatan perang di Yaman. Kecaman yang berujung pada penghentian kerjasama ini disampaikan oleh otoritas Saudi pada Jum’at kemarin (29/9).

Dalam laporan yang diungkap oleh Dewan HAM PBB sebelumnya, tim investigator independen itu menemukan adanya tanda-tanda pelanggaran dan kejahatan perang yang dilakukan oleh koalisi militer di Yaman. Atas dasar itulah, tim penyelidik itu meminta agar proses penyelidikan diperpanjang kembali guna mendapatkan bukti-bukti pendukung yang lebih kuat.

Laporan yang dilansir oleh dewan penyelidik itu menyebutkan bahwa serangan militer Arab Saudi telah menyebabkan banyaknya korban sipil Yaman meninggal dunia.

Menurut Kementerian Informasi Arab Saudi, laporan itu didasarkan atas informasi yang tidak akurat dan didasarkan atas organisasi non-pemerintah, serta testimoni dari beberapa orang yang tak jelas latar belakangnya.

Arab Saudi dan koalisi militernya telah melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 silam. Tujuannya adalah untuk menginstal kembali kekuasaan rezim Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutu setia Arab Saudi, yang lengser dari tampuk kekuasaanya. Sejak agresi itu dimulai, sekitar 15.000 jiwa di Yaman telah melayang, dan jumlah itu belum termasuk ribuan orang yang luka-luka akibat serangan militer para agresor. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*