Yerussalem,LiputanIslam.com—Laporan terbaru yang dilansir oleh portal berita online Presstv menyatakan pada Kamis (15/3) bahwa militer Israel telah menghancurkan 5.000 rumah milik rakyat Palestina yang ada di Yerussalem al-Quds. Jumlah ini terhitung sejak rezim tersebut menduduki wilayah Palestina pada 1967 silam.

Sementara itu, Pusat Penelitian Tanah Palestina (LRC) melaporkan pada Senin bahwa rezim Israel telah merobohkan rumah rakyat Palestina sebanyak 1.706 unit, terhitung mulai tahun 2.000 hingga 2017. Tindakan brutal ini telah menyebabkan 9.422 rakyat Palestina kehilangan tempat tinggal, termasuk 5.443 anak-anak.

LRC menerangkan bahwa sampai saat ini, sekitar 380.000 rakyat Palestina yang hidup di bawah jajahan Israel membutuhkan 2.000 unit rumah. Di saat yang sama, pemerintah Israel justru melarang rakyat Palestina untuk membangun tempat tinggal mereka di wilayah Yerussalem.

Sejak Israel meraih kemenangan dalam perang enam hari melawan bangsa Arab pada 1967, sekitar 70.000 penduduk Palestina di Yerussalem al-Quds kehilangan tempat tinggal dan terusir dari kampung halaman mereka, serta tidak diizinkan kembali.

Sikap kejam Israel terhadap rakyat Palestina, justru mendapatkan dukungan dari Amerika di bawah kepemimpinan Donald Trump. Trump mengeluarkan pengakuan kontroversialnya seputar al-Quds pada Desember lalu. Ia mengakui bahwa Yerussalem al-Quds adalah Ibu Kota Israel dan segera akan memindahkan kantor kedutaannya dari Tel Aviv ke Kota Suci ini.

Pengakuan Trump ini disusul oleh kecaman dari seluruh dunia. Bahkan sidang yang digelar oleh Majlis Umum PBB pun menentang pengakuan Trump dan meminta agar pengakuan tersebut segera ditarik kembali. Bukannya gentar, Trump justru mengancam PBB atas penentangan itu. Ia mengancam akan menarik anggaran Amerika untuk PBB, jika tidak mau mengikuti keinginannya. Ancaman Trump kepada PBB berhasil menyurutkan nyali organisasi dunia tersebut.

Hingga saat ini, Israel masih tetap melancarkan aksi-aksi brutalnya di tanah Palestina tanpa adanya perlawanan berarti dari dunia atau pun dari negara-negara Muslim sendiri. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL