Teheran,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri Iran menyatakan, penahanan kapal tanker Inggris sudah sesuai dengan hukum internasional pelayaran. Ditujukan kepada London, Javad Zarif menegaskan, Inggris harus berhenti menjadi sekutu AS dalam terorisme ekonomi atas Iran.

“Berlawanan dengan pembajakan kapal (Iran) di Gibraltar, tindakan kami di Teluk Persia dilakukan demi menegakkan hukum internasional pelayaran,”cuit Zarif dalam akun Twitter-nya.

‘Seperti yang saya katakan di New York, Iran-lah yang menjamin keamanan Teluk Persia dan Selat Hormuz. Inggris harus berhenti menjadi alat AS dalam terorisme ekonomi,”imbuhnya.

Baca: Tehran Rilis Video Buktikan Klaim AS Jatuhkan ‘Drone’ Iran itu Bohong

Kapal Stena Impero berbendera Inggris Raya ditahan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat sore (19/7) karena tidak mematuhi peraturan internasional kelautan. Kapal itu khusus memuat minyak dan produk-produk petrokimia.

Berdasarkan laporan media-media Barat, kapal tanker dengan 23 kru itu berangkat dari pelabuhan al-Fujairah (UEA) menuju pelabuhan al-Jubeil di Saudi, sebelum akhirnya ditahan oleh angkatan laut IRGC.

Menteri luar negeri Inggris mengaku tidak akan memilih opsi militer untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jeremy Hunt menyatakan akan mengambil jalur diplomatik untuk membebaskan kapal Inggris itu. (af/alalam)

Baca Juga:

Inggris Upayakan Pembebasan Kapalnya Melalui Jalur Diplomatik

Iran Membalas Menahan Kapal Tanker Minyak Inggris di Selat Hormuz

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*