Riyadh,LiputanIslam.com—Salah seorang pejabat Saudi bernama Mujtahid, yang diyakini sebagai salah satu anggota keluarga kerajaan, mengungkapkan gagalnya rencana yang dibuat oleh Wakil Pangeran Mahkota Saudi dan Menteri Pertahanan, Mohammad bin Salman, untuk melawan pemimpin Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani. Ia mengatakan bahwa sejumlah anggota keluarga AL ash-Sheikh, sebuah keluarga relijius yang terpandang di Arab Saudi, termasuk di antaranya anggota dewan konsultatif, dipenjarakan oleh bin Salman di Istiraha dan memaksa mereka menandatangani sebuah pernyataan perlawanan melawan al-Thani.

Ia menambahkan bahwa anggota dewan konsultatif mungkin saja telah diancam untuk menyangkal berbagai keterangan yang mereka miliki atau media-media Saudi dapat mengubah ucapan-ucapannya.

Dalam komentarnya yang disampaikan pada Selasa (12/6), Mujtahid mengungkapkan bahwa Mohammad bin Salman dan Panglima Tertinggi Kesatuan Pasukan Pertahanan UEA, Khalifa bin Zayed al-Nahyan telah mengecam intelijen Saudi karena telah memberikan informasi yang keliru tentang Qatar.

Menurut Mujtahid, Kementerian intelijen Saudi sebelumnya telah memperkirakan kerugian besar yang akan menimpa Qatar apabila ia dan beberapa negara lainnya memutuskan hubungan dengan Qatar. Namun, fakta yang terjadi justru menunjukkan bahwa Qatar telah mengetahui dan mempersiapkan diri untuk embargo ini. (fd/Fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL