Baghdad,LiputanIslam.com-Qasim al-Araji, Menteri Dalam Negeri Irak, mengatakan,”Putra mahkota Saudi secara resmi meminta saya agar Irak menjadi mediator untuk menangani ketegangan Saudi-Iran.” Hal ini disampaikan al-Araji saat bertemu sejawat Irannya, Abdorreza Rahmani Fazli.

Menurut al-Araji, permintaan serupa juga disampaikan Raja Salman. “Saya katakan kepada mereka, kalian harus menghormati jemaah haji Iran dan memperlakukan mereka dengan baik. Beri mereka izin untuk bisa memasuki pemakaman Baqi. Pihak Saudi berjanji akan memenuhi permintaan ini,”kata al-Araji.

Sementara itu, kantor berita Arabi21 melaporkan, Saudi secara resmi meminta untuk membuka konsulat di kota Najaf, Irak. Menurut sumber-sumber yang enggan disebut namanya, kedubes Irak di Riyadh telah menerima permintaan segera Saudi untuk membuka konsulat di Najaf.

Permintaan ini diajukan setelah Moqtada Sadr mengunjungi Saudi dan bertemu dengan Muhammad bin Salman, putra mahkota Saudi.

Setelah pertemuan ini, kantor Sadr mengumumkan, kesepakatan untuk membuka konsulat Saudi di Najaf bertujuan untuk memudahkan hubungan dua negara dan perjalanan menuju Saudi.

Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan Irak-Saudi memasuki babak baru menyusul kunjungan menlu Saudi ke Baghdad dan pertemuannya dengan Haider al-Abadi, PM Irak. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL