Teheran,LiputanIslam.com-Jubir kemenlu Iran mengatakan, statemen Muhammad bin Salman (MbS) tentang Iran tak perlu dijawab. Sebab, kata Bahram Qassemi, MbS adalah orang yang tak mampu berpikir jernih dan hanya bisa berkata dusta.

“Dia (MbS) hanya memahami politik sebatas pada omong besar yang diutarakan tanpa pertimbangan,”kata Qassemi.

Menurutnya, Iran selalu menghormati negara-negara lain, tanpa melihat luas wilayah, kekuatan militer-ekonomi, dan kredibilitas mereka di dalam dan luar negeri.

Qassemi menyebut statemen MbS mengingatkan akan masa Jahiliyah, karena hanya berisi sesumbar tak bermakna.

“Andai dia berpikir seperti ini, kenapa dia selalu mencemaskan bahaya Iran di hadapan para majikannya? Dan dia selalu kembali dengan tangan kosong, setelah diperah habis-habisan (oleh majikannya),”kata Qassemi.

Dia menyarankan, sebaiknya negara yang selama lebih dari 3 tahun tak sanggup menundukkan rakyat tertindas Yaman, dan tidak bisa tidur nyenyak karena perlawanan mereka, tidak usah bicara tentang kekuatan ekonomi dan militernya.

Mbs dalam wawancara dengan stasiun televisi CBS membandingkan Iran dengan Hitler. Dia mengklaim, Iran bukanlah saingan Saudi, juga bukan termasuk lima tentara terkuat di Dunia Islam.

Putra mahkota Saudi juga berkoar, ekonomi negaranya jauh lebih baik dari ekonomi Iran, dan Teheran butuh waktu sangat lama untuk bisa menyamai Riyadh.

“Seperti Hitler, Iran juga ingin memperluas pengaruhnya di kawasan. Eropa baru menyadari bahaya Hitler setelah nasi jadi bubur. Saya tak ingin hal serupa terjadi di Timteng,”ujar MbS.

Dia mengklaim, Saudi tidak berencana membuat senjata nuklir. Tapi jika Iran membuatnya, Saudi juga akan segera melakukan hal serupa. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL