Riyadh,LiputanIslam.com-Kendati Saudi tengah menjalani program penghematan ekonomi, namun putra mahkota negara ini menyatakan, perang berbiaya besar di Yaman akan terus berlanjut. Demikian dikutip oleh kanal berita al-Arabiya.

Hal ini dinyatakan Muhammad bin Salman, putra mahkota sekaligus menteri pertahanan Saudi, pada Kamis (26/10). Sosok yang dianggap sebagai penentu kebijakan politik di Saudi ini menegaskan, perang di Yaman dilanjutkan agar kelompok Houthi tidak menjadi Hizbullah kedua di perbatasan negaranya.

Seperti diketahui, Saudi yang menentang Iran dan poros resistansi, bersikap sama dengan Barat yang menyebut Hizbullah Lebanon sebagai kelompok teroris.

Terkait krisis Qatar, Bin Salman mengklaim bahwa masalah Qatar adalah persoalan yang sangat remeh.

Beberapa waktu lalu, Bin Salman menggulirkan program reformasi ekonomi “2030” yang meliputi kebijakan-kebijakan ‘penghematan ekonomi.’ Salah satu butir program ini adalah penjualan saham perusahaan minyak terbesar dunia, Aramco.

Bin Salman mengklaim, setelah pelelangan saham Aramco, nilai perusahaan ini bisa mencapai lebih dari dua trilyun dolar. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL