Riyadh,LiputanIslam.com-Seorang petinggi maskapai Air India menyatakan, saat ini 50 persen kursi penerbangan pertama ke Tel Aviv yang melintasi zona udara Saudi telah terjual. Sementara tiket kepulangan telah terjual sebanyak 80 persen.

Hal yang menjadi perhatian terkait jalur penerbangan baru ini adalah, persetujuan Saudi agar zona udaranya digunakan untuk penerbangan langsung ke Israel. Air India akan melintasi Oman, Saudi, dan Yordania untuk sampai ke Tanah Pendudukan.

Pada 7 Februari lalu, terbetik kabar bahwa Saudi menyetujui zona udaranya digunakan Air India untuk penerbangan menuju Tel Aviv. Namun sehari kemudian, Saudi membantah berita tersebut dan mengaku tidak pernah mengizinkan maskapai India itu menggunakan zona udaranya.

Jika Saudi mengizinkan zona udaranya digunakan untuk penerbangan menuju Israel, maka Air India bisa menempuh jarak lebih dekat (Ahmadabad-Moscat-Saudi-Israel). Dengan demikian, lama penerbangan bisa berkurang hingga dua setengah jam dan menyebabkan turunnya harga tiket.

Dengan dihapuskannya larangan penggunaan zona udara Saudi menuju Israel yang telah berlaku selama 70 tahun, berarti hubungan Riyadh-Tel Aviv telah dipulihkan.

Seperti diketahui, Rezim Zionis berusaha meningkatkan hubungannya dengan negara-negara Arab yang merupakan sekutu AS.

Dalam tujuh dekade terakhir, zona udara Saudi ditutup untuk maskapai Israel dan asing yang menuju Tanah Pendudukan. Selama dua puluh tahun terakhir, hanya ada dua penerbangan langsung dari Saudi menuju Israel, yaitu penerbangan yang dilakukan George W. Bush dan Donald Trump. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*