Kairo,LiputanIslam.com-Sejumlah sumber terpercaya menyatakan, Saudi terlibat dalam amendemen UUD Mesir dengan tujuan mempertahankan Abdel Fattah el-Sisi di puncak kekuasaan.

Sumber-sumber yang dekat dengan Turki Al al-Syaikh mengatakan, dia dalam pertemuan dengan sejumlah aktor Mesir mengungkap keinginan Riyadh untuk mempertahankan pemerintahan Mesir saat ini.

Menurut kutipan harian Qatar, al-Sharq, dari Sami Kamaludin (analis politik Mesir), el-Sisi mengatakan ke pihak Saudi bahwa amendemen UUD memerlukan persetujuan parlemen Mesir. Utusan Muhammad bin Salman lalu meyakinkan el-Sisi bahwa Riyadh telah berbicara dengan Ali Abdul Al (ketua parlemen Mesir), dan bahwa Saudi menjanjikan bonus kepada anggota parlemen agar mendapat suara persetujuan.

Sebagian media Mesir mengabarkan, Saudi tak hanya meminta amendemen UUD saja, tapi juga menuntut keleluasaan untuk bisa memilih wakil presiden Mesir yang disukai Riyadh.

Menurut al-Sharq, para analis berpendapat bahwa Saudi mencemaskan perubahan mendadak di Mesir, yang akan berujung pada berkuasanya kelompok penentang, termasuk Ikhwanul Muslimin, sayap kiri, dan kelompok Nasiri.

Riyadh disebut-sebut tak ingin ada demokrasi sejati di Mesir, karena itu akan memengaruhi posisi Saudi dan berdampak pada kondisi dalam negeri Saudi.

Baru-baru ini, parlemen Mesir sepakat mengubah sejumlah pasal UUD, yang memungkinkan perpanjangan masa jabatan el-Sisi hingga tahun 2034 nanti.

Amendemen ini juga mencakup penentuan lebih dari satu wakil presiden, penambahan peran tentara, dan pembentukan senat.

Para penentang amendemen berkeyakinan, perubahan-perubahan ini akan membuat el-Sisi bercokol di puncak pemerintahan untuk waktu yang lama, padahal di era kekuasaannya, ada banyak pemberangusan kebebasan di Mesir. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*