Baghdad,LiputanIslam.com-Seorang anggota parlemen Irak menyatakan, pihaknya heran saat pemerintah dan parlemen bungkam ketika sejumlah tokoh “ISIS Politik” mencalonkan diri sebagai anggota parlemen.

Tokoh-tokoh yang dimaksud Awatif Niimah meliputi Raad Sulaiman (juru bicara suku pedalaman provinsi al-Anbar), Umar al-Jamal (jurnalis yang berafiliasi ke Saudi) dan sejumlah figur yang disebut-sebut menyebabkan terbunuhnya warga Irak oleh ISIS.

Dalam pernyataannya kepada kantor berita al-Maalumah, Niimah berkata bahwa penyebab hal ini adalah transaksi politik yang diprakarsai Saudi dan diikuti sejumlah negara lain untuk memasukkan elemen-elemen “ISIS Politik” ke parlemen mendatang.

Niimah memperingatkan, masuknya orang-orang ini ke parlemen merupakan ancaman bagi proses politik Irak. Menurutnya, tanggung jawab atas hal ini berada di pundak parlemen dan komisi pemilu.

Niimah meminta agar perangkat pengadilan dan komisi pemilu Irak menjelaskan bagaimana orang-orang berpaham ISIS ini bisa lolos pencalonan anggota parlemen Irak.

Sebelum ini, sejumlah aktivis politik dan partai memperingatkan upaya Saudi dan AS untuk menyelundupkan “ISIS Politik” ke dalam parlemen Irak. Menurut mereka, tujuannya adalah mengubah tren penanganan negara di masa mendatang.

“ISIS Politik” di Irak adalah sebutan bagi para politisi yang menentang sistem politik terkini Irak. Sejak tahun 2014 dan masuknya ISIS ke wilayah Irak, orang-orang ini membantu kelompok-kelompok yang terkait dengan mereka di berbagai sektor, baik di tentara atau pasukan keamanan. Mereka melakukannya guna melemahkan dan menggulingkan pemerintah Irak saat ini.

Di antara tindakan mereka adalah menarik mundur pasukan Irak dari pertempuran melawan ISIS, mendorong aksi separatis di Kurdistan Irak guna memecah Irak menjadi wilayah Kurdi, Sunni, dan Syiah, dan membuka peluang intervensi pihak asing dalam masalah-masalah internal Irak. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*