Kairo,LiputanIslam.com-Yasser Borhami, seorang tokoh sebuah kelompok Salafi Mesir, berfatwa bahwa peringatan Hari Ibu adalah haram. Di sejumlah negara Arab seperti Mesir, Kuwait, Suriah, dan Yordania, Hari Ibu diperingati pada tanggal 21 Maret.

Borhami mengatakan,”Di hari-hari seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan selainnya, kita bisa membelikan hadiah untuk orang lain. Namun diharamkan untuk menghadiri peringatan Hari Ibu, bahkan jika itu menyakiti hati ibu seseorang. Sebab hadir dalam peringatan semacam ini adalah maksiat.”

Pernyataan kontroversial Borhami memicu reaksi keras sejumlah tokoh Mesir. Syekh Mazhar Shahin, imam dan khatib di Masjid Umar Makram, Kairo, mengatakan,”Tiada bedanya antara merayakan hari Idul Fitri dan Idul Adha dengan peringatan Hari Wanita. Sebab pada prinsipnya, segala sesuatu dibolehkan (mubah) kecuali jika bertentangan dengan hukum halal dari Allah.”

Yasser Qurah, wakil pertama Partai al-Wafd Mesir, mengecam pernyataan Borhami.”Tuhan semua agama telah memerintahkan para hamba untuk menghormati dan menghargai kedua orangtua. Nabi saw pun menekankan pentingnya bakti terhadap ibu. Dengan adanya penekanan dari Allah dan Nabi saw untuk menghormati kedudukan ibu, maka Borhami telah mengharamkan hal yang dihalalkan Allah. Dia telah menyebabkan kekacauan di tengah masyarakat,”ungkapnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL