Washington,LiputanIslam.com-Presiden AS menyatakan, dia tidak menerima laporan yang disusun pemerintahannya terkait biaya milyaran dolar akibat dampak perubahan iklim atas ekonomi AS.

Pemerintah AS pada Jumat lalu (23/11) menyampaikan laporan periodik terkait perubahan iklim. Laporan ini disusun satu kali dalam 4 tahun oleh sejumlah lembaga dan kementerian AS.

Laporan itu menyebutkan, perubahan iklim hingga akhir abad 21 akan membebankan milyaran dolar atas ekonomi AS. Perubahan iklim ini akan memengaruhi bidang kesehatan, infrastruktur, pertanian, dan selainnya.

Meski demikian, Donald Trump mengaku telah membaca sebagian dari laporan itu dan tidak menerima sejumlah temuan di dalamnya.

Laporan perubahan iklim ini mengkonfirmasi dampak pemanasan global atas perubahan cuaca dan kian masifnya peristiwa-peristiwa alam seperti angin topan.

Meski laporan ini disusun oleh lembaga-lembaga pemerintah AS sendiri, namun di hari yang sama Gedung Putih merilis statemen yang membantah  laporan tersebut, bahkan menyebutnya “tidak akurat.”

Laporan itu menyebutkan dampak perilaku manusia atas perubahan air dan udara di Bumi. Namun,sejak dahulu Trump sendiri tidak sepakat dengan pandangan ini.

Salah satu tindakan pertama yang diambil Trump pasca menjabat sebagai presiden, adalah mengeluarkan AS dari Kesepakatan Iklim Paris. Kesepakatan ini ditandatangani tahun 2015 oleh hampir 200 negara guna mengatasi pemanasan global.

Saat itu, Trump menyebut kesepakatan tersebut merugikan ekonomi AS, sedangkan manfaatnya untuk lingkungan hidup tidak seberapa.

Trump melalui akun Twitter-nya kerap mengolok-olok pandangan tentang pemanasan global. (af/alalam/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*