Damaskus, LiputanIslam.com — Baik Amerika Serikat (AS) maupun Turki menghentikan serangan mereka di teritorial Suriah sejak sistem pertahanan udara S-400 dipasang di pangkalan Khmeimin.

Juru bicara Combined Joint Task Force Operation Inherent Resolve (CJTF-OIR) menyatakan bahwa absennya serangan dari koalisi anti-ISIS pimpinan AS adalah karena tak ada yang bisa mereka lakukan dengan keberadaan S-400.

“Fluktuasi atau tiadanya serangan di Suriah berimbas pada pasang-surut pertempuran. Karenannya, CJTF-OIR mendapatkan lebih banyak waktu untuk mengidentifikasi target, untuk memastikan hasil maksimal, dan meminimalisir korban sipil,” jelasnya, seperti dilansir RT, (28/11/2015).

Pasukan koalisi anti-ISIS pimpinan AS tidak meluncurkan satu sortipun di kawasan Suriah, namun mereka masih aktif melakukan serangan di Irak.

Seperti diketahui, S-400 mampu menembak jatuh pesawat, helikopter, maupun rudal dengan kecepatan 4,8 per detik (17.000 km/jam). S-400 bisa menembak target sejauh 400 kilometer, dengan ketinggian hingga 27 kilometer. Jangkauan ini cukup untuk ‘mengcover’ setidaknya 75% dari wilayah Suriah, Lebanon, Israel hingga sebagian wilayah Turki.

Radar S-400 juga mampu membedakan benda yang bergerak di daratan, seperti mobil ataupun kendaraan militer hingga jarak 600 kilometer. Dengan jangkauan ini, radar S-400 bisa menjangkau wilayah barat Irak dan Suriah, Arab Saudi, hampir seluruh kawasan Israel dan Yordana, Sinai, sebagian besar Mediterania Timur hingga sebagian dari wilayah Turki. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL