New York,LiputanIslam.com-Rusia menyatakan, mereka akan memveto draft embargo baru atas Suriah. Embargo ini akan dijatuhkan atas tuduhan penggunaan senjata kimia.

Setelah rapat tertutup Dewan Keamanan PBB, Jumat (24/2), Vladimir Safronkov, deputi wakil Rusia di PBB, mengatakan,”Kami telah menjelaskan sikap kami kepada para anggota DK yang lain. Jika draft ini disetujui, kami akan memvetonya.”

Sementara itu, Peter Wilson, deputi wakil Britania di PBB, setelah rapat kemarin menyatakan akan segera melakukan pemungutan suara terkait draft resolusi ini. Sebelum ini, dia berkata,”Para diplomat PBB bermaksud mengesahkan resolusi ini beberapa hari mendatang.”

Britania, Prancis, dan Amerika sedang berupaya memberlakukan embargo-embargo baru terhadap Suriah.

Menurut Associated Press, resolusi ini berisi sejumlah peringatan terhadap Damaskus, termasuk larangan penjualan helikopter kepada Suriah.

PBB dan kelompok pengawas senjata kimia internasional mengklaim bahwa Damaskus melakukan setidaknya tiga serangan kimia di Suriah.

Rusia sendiri meragukan temuan-temuan dari investigasi ini. Safronkov menyebut resolusi sebagai langkah provokatif dan berkata Rusia akan menggunakan hak vetonya.

Berdasarkan kesepakatan dengan Rusia dan Amerika tahun 2013 untuk menghancurkan semua jenis senjata kimia, pemerintah Suriah telah menyerahkan semua persediaan kimianya.

Penghancuran persediaan senjata kimia ini dilakukan di bawah pengawasan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia.

Kesepakatan antara Rusia dan Amerika ini diambil menyusul terjadinya serangan kimia pada Agustus 2013. Sebanyak ratusan orang tewas dalam serangan di sekitar Damaskus ini. Berdasarkan laporan, roket-roket dalam serangan ini adalah buatan tangan dan mengandung gas sarin.

Pemerintah Suriah sendiri telah membantah klaim kelompok oposisi yang didukung pihak asing ini dan menyebutnya sebagai penyelewengan fakta. Namun sejumlah negara Barat seperti Britania, Prancis, dan Amerika menyebarkan propaganda untuk menekan Suriah.

Menurut sejumlah fakta, kelompok-kelompok takfiri seperti ISIS dan Jabhat al-Nusra berulangkali melakukan serangan kimia di Suriah. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL