Moskow,LiputanIslam.com—Sabtu (7/4), beberapa organisasi “penyalur bantuan” di Suriah memastikan setidaknya 70 orang telah tewas akibat serangan yang  diduga menggunakan senjata kimia di kantong terakhir kelompok pemberontak Suriah, Ghouta Timur.

Terkait hal ini, Menlu Rusia pun mengatakan pada Minggu (8/4) bahwa tuduhan tentang serangan kimia di Ghouta Timur hanyalah provokasi yang sengaja dihembuskan untuk melindungi kelompok teroris yang tengah tersudutkan oleh Pasukan Arab Suriah bersama sekutu-sekutunya.

Menteri tersebut juga mengatakan bahwa tuduhan-tuduhan serangan kimia ini didasarkan atas testimoni organisasi bernama “White Helmets” dan organisasi-organisasi lainnya yang bermarkas di Inggris dan AS. Menurutnya, organisasi-organisasi di atas telah terbukti memiliki hubungan dengan kelompok pemberontak di Suriah.

Isu terkait penggunaan senjata kimia ini berhembus setelah kelompok pemberontak di Ghouta Timur semakin tersudutkan oleh Pasukan Arab Suriah bersama aliansinya. Tujuannya tiada lain melainkan untuk menyudutkan kembali pemerintah Suriah dan memberikan kelonggaran bagi kelompok oposisi untuk keluar dari kekalahannya. Terlebih Sekjen PBB, Antonio Guterres, menyerukan agar perang di Ghouta Timur khususnya wilayah Douma segera dihentikan untuk sementara waktu. Posisi pemerintah Suriah di wilayah Ghouta kini sedang berada di atas angin. Menghancuran sisa-sisa kelompok pemberontak di wilayah Ghouta Timur mudah dilakukan oleh pemerintah Suriah tanpa harus menggunakan senjata kimia yang akan memancing kontroversi dunia internasional. (fd/SANA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL