Moskow,LiputanIslam.com-Dilansir dari Reuters, juru bicara kementerian luar negeri Rusia menyatakan, Moskow memiliki informasi bahwa AS tengah menempatkan pasukan militer di dekat perbatasan Venezuela.

Maria Zakharova menegaskan, tindakan Gedung Putih yang mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui jalur darat, di tengan sanksi berat yang diberlakukan AS atas Venezuela, adalah sebuah langkah untuk memprovokasi warga dan mempersiapkan sebuah kudeta.

Menurut laporan Reuters, para pejabat AS menolak tudingan Rusia ini. Padahal sebelum ini, media-media juga telah memberitakan rencana Gedung Putih untuk mengirim pasukan militer ke Venezuela.

Spekulasi terkait hal ini kiat menguat saat media-media memublikasikan foto sebuah konferensi pers yang dihadiri John Bolton (penasihat keamanan nasional AS). Dalam foto tersebut, Bolton terlihat memegang sebuah memo terkait pengiriman pasukan ke Kolombia.

Juan Guaido (pemimpin oposisi) juga melanggar hukum pencekalan dengan melawat ke Kolombia. Guaido bertemu dengan sejumlah pejabat negara tersebut, termasuk Ivan Duque Marquez (presiden Kolombia).

Pemerintah Venezuela menyebut tindakan Guaido dan sekutunya sebagai bentuk kudeta dan menuding AS sebagai dalang di balik gejolak yang terjadi di negara Latin tersebut.

Caracas menyebut sejumlah sekutu AS yang mengikuti kebijakan Washington dan memperingatkan mereka agar jangan mencampuri urusan dalam negeri Venezuela, (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*