Washington,LiputanIslam.com-Dilansir oleh Sputnik Arabic, para pemimpin tujuh instansi pemerintah dan keamanan AS mengklaim, negara-negara Rusia, Tiongkok, dan Iran akan berupaya ikut campur dalam pilpres AS 2020 nanti.

Instansi-instansi pengadilan, pertahanan, intelijen, dan sektor eksekutif AS dalam statemen bersama yang dirilis Rabu (6/11) menyatakan, musuh-musuh AS akan berusaha mengintervensi proses pengambilan suara, atau memanipulasi para kandidat terkuat yang dipilih.

Baca: Ingin Kuasai Minyak? AS Bangun Pangkalan Baru di Provinsi Kaya Minyak Suriah

Mereka mengklaim, negara-negara seteru AS mungkin akan melancarkan kampanye di media-media sosial, untuk kemudian menjejalkan informasi keliru kepada para pemilih dan menargetkan infrastruktur penghitungan suara.

“Hingga kini, masih belum ada bukti akan penyusupan dalam infrastruktur pemilu atau problem di dalamnya, yang bisa digunakan pihak musuh untuk mengintervensi pemungutan suara, atau mengubah jumlah suara, atau mengganggu proses penghitungan suara. Kami akan terus berusaha dan mengawasi apa pun yang mengancam pemilu AS,”demikian salah satu isi paragraf statemen tersebut.

Sekira dua tahun lalu, Robert Muller (penyelidik khusus kasus intervensi Rusia di pilpres AS) melakukan investigasi soal klaim keterlibatan Moskow dalam pilpres 2016. Moskow sendiri secara tegas menolak tuduhan tersebut. Dalam investigasinya, Muller mengkonfirmasi dugaan intervensi Rusia. Meski demikian, tak ada bukti yang menunjukkan persekongkolan Trump dengan Moskow. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*