Damaskus,LiputanIslam.com-Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, meski ada gencatan senjata, kelompok teroris tetap membunuhi warga yang berusaha meninggalkan Ghouta Timur menuju Damaskus.

Jenderal Yuri Yevtushenko meminta agar kelompok bersenjata mengakhiri kekerasan terhadap warga Ghouta Timur dan mengizinkan evakuasi mereka, terutama warga yang sakit dan terluka.

Menurutnya, teroris menembaki jalur perlintasan manusia di Ghouta Timur. “Para teroris dari Jaish al-Islam tidak mengizinkan puluhan warga, termasuk wanita dan anak-anak, untuk keluar menuju pangkalan tentara Suriah,”kata Yevshenko.

Rusia telah memberlakukan gencatan senjata sementara di Ghouta Timur sejak pukul 9 hingga 14 pada Selasa lalu (27/2). Mereka membuat jalur-jalur perlintasan agar warga bisa dievakuasi dari daerah yang dikuasai teroris.

Meski demikian, Rusia menyebut bahwa teroris menembakkan mortir ke jalur-jalur tersebut, sehingga menghalangi proses evakuasi.

Resolusi PBB terkait gencatan senjata selama 30 hari di Suriah telah diberlakukan sejak Senin malam (26/2). Dalam resolusi ini disebutkan, berakhirnya pertempuran di Suriah tidak mencakup operasi militer terhadap ISIS, al-Qaeda, Jabhat al-Nusra (ANF), dan kelompok-kelompok teroris lain. (af/alalam/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*