Moskow,LiputanIslam.com-Vladimir Putin, presiden Rusia, menandatangani undang-undang baru terkait terorisme. Berdasarkan aturan baru ini, sindikat perekrut teroris akan dijatuhi hukuman lebih berat.

Rusia menghadapi bahaya kepulangan warga mantan anggota ISIS usai kekalahan kelompok itu di Suriah. Pada Rabu pekan ini (28/12), sebuah kelompok teroris menyerang pusat pertokoan di St. Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia. Sebanyak 14 orang dikabarkan terluka akibat serangan tersebut.

Sebelum ini, perekrut dan pendana teroris di Rusia maksimal hanya dijatuhi hukuman penjara 10 tahun. Namun dengan undang-undang baru ini, pelaku akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Aturan hukuman seumur hidup bagi perekrut dan pendana teroris telah disahkan 14 Desember 2017 oleh Duma (majlis parlemen) dan 26 Desember oleh Majlis Federal.

ISIS telah kehilangan mayoritas daerah kekuasaannya di Suriah. Putin telah memerintahkan pemulangan sebagian militer Rusia dari Suriah pada pertengahan Desember lalu. Namun biro keamanan Rusia kini mengkhawatirkan kepulangan para teroris asal negara tersebut.

Putin menyebut serangan di St. Petersburg sebagai tindak terorisme. Dia meminta agar para pelaku segera ditindak tegas.

Biro keamanan Rusia pada pertengahan Desember menyatakan, sebuah sindikat yang berafiliasi ke ISIS telah dihancurkan sebelum sempat melakukan aksi teror. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*