Moskow,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri Rusia menegaskan, Moskow tak menginginkan Venezuela bernasib sama seperti Suriah. Sergey Lavrov menyatakan, militer Rusia berada di Venezuela untuk memperbaiki serta merawat persenjataan.

“Kami sudah tegaskan, tak ada hal yang kami sembunyikan di Venezuela,”kata Lavrov, saat diwawancarai harian Rusia, Moskovsky Komsomolets, Rabu (3/4).

Dia menyinggung MOU antara Rusia-Venezuela yang ditandatangani pada 2001. Lavrov mengatakan, MOU ini didukung parlemen nasional Venezuela dan sesuai dengan UUD negara tersebut.

“Berdasarkan MOU ini, Rusia menyerahkan senjata dan fasilitas militer kepada Venezuela,”tandasnya.

Menurut Lavrov, AS tidak ingin kesepakatan massal terwujud di Venezuela, karena itu akan menghalangi anteknya untuk berkuasa.

“AS ingin menempatkan bonekanya di Venezuela, sehingga semua kehendak mereka, terutama di bidang minyak, bisa diwujudkan,”tambahnya.

Lavrov menegaskan, Rusia tidak bisa menerima metode-metode yang digunakan AS untuk ‘memulihkan’ kondisi hidup rakyat Venezuela.

AS sebelum ini mengumumkan, negara-negara yang berada di luar belahan barat Bumi tak berhak memiliki kepenting di negara-negara Benua Amerika. Statemen ini dinilai Lavrov sebagai “statemen kurang ajar.”

“Lihat saja peta dunia. Pangkalan-pangkalan AS tersebar di seluruh penjuru dunia. Masing-masing darinya berpotensi menimbulkan bahaya dan risiko,”tegas Lavrov. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*