Moskow,LiputanIslam.com-Jenderal Igor Konashenkov dalam konferensi pers, Jumat (13/4), mengatakan, Inggris telah menekan The White Helmets untuk merekayasa serangan kimia di Suriah.

“Kami memiliki cukup info bahwa sejak 3 hingga 6 April lalu, The White Helmets menerima banyak tekanan dari London untuk melakukan hal ini (rekayasa serangan kimia),”tutur Konashenkov.

“London mengatakan kepada The White Helmets, bahwa dalam beberapa hari ini kelompok Jaish al-Islam membombardir Damaskus dengan mortir, sehingga tentara Suriah terpaksa membalas serangan tersebut. Ini adalah saat terbaik untuk (rekayasa) serangan kimia,”lanjutnya.

Menurut laporan IRNA, di hari yang sama dan di tempat yang berdekatan, menlu Rusia juga mengadakan jumpa pers bersama rekan sejawat Belanda-nya. Sergei Lavrov menyatakan, rekayasa serangan kimia di Douma adalah perbuatan biro intelijen sebuah negara (Inggris) yang ingin menjadi pionir dalam memerangi Rusia.

Kelompok teroris anti-Suriah mengklaim, telah terjadi serangan kimia di Douma Sabtu malam lalu (7/4) hingga menewaskan puluhan orang.

Pemerintah Suriah membantah keras keterlibatan dalam serangan tersebut. Wakil Rusia di PBB juga menyatakan, serangan kimia adalah cara kotor teroris untuk menarik perhatian dunia. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*