Moskow,LiputanIslam.com-Wakil menteri luar negeri Rusia berkomentar soal ditahannya kapal tanker Inggris oleh Iran pekan lalu. Sergey Ribakov berpendapat, argumen Iran lebih kuat dibandingkan dalih Inggris dan pemerintah lokal Gibraltar yang menyita kapal Iran.

“Jelas bahwa argumen-argumen Iran untuk membuktikan legalitas tindakannya lebih meyakinkan ketimbang dalih undang-undang sanksi Uni Eropa yang dikemukakan Inggris dan Gibraltar,”kata Ribakov kepada para jurnalis, Minggu (21/7).

Baca: Kabinet Inggris Adakan Rapat Darurat Bahas Penyitaan Kapal

Menurutnya, apa yang dilakukan Gibraltar dan London adalah “pembajakan di laut.” Sedangkan Iran menahan kapal tanker Inggris demi menjaga lingkungan hidup Selat Hormuz.

Dua pekan lalu, AL Inggris menahan kapal tanker Grace-1 yang membawa minyak Iran di Selat Gibraltar. Inggris menuduh minyak itu akan dibawa ke Suriah, sehingga dianggap melanggar embargo Uni Eropa atas Damaskus. Meski Teheran telah mengambil jalur diplomatik, London tetap enggan membebaskan kapal tersebut.

Pada Jumat sore (19/7) lalu, Iran menahan sebuah kapal tanker Inggris bernama Stena Impero saat melintasi Selat Hormuz. Menurut Iran, kapal itu ditahan lantaran mematikan semua sistem GPS, menabrak sebuah kapal dagang, tidak menanggapi peringatan dan instruksi pejabat pelayaran, serta melintasi arah yang berlawanan untuk memasuki Selat Hormuz. (af/alalam)

Baca Juga:

Araqchi Anggap ‘Lucu’ Klaim Trump Jatuhkan ‘Drone’ Iran

Raja Salman Sambut Baik Rencana Pengiriman Pasukan AS ke Saudi

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*