Moskow,LiputanIslam.com-Sabtu (25/3), Juru bicara Kemenlu Rusia, Maria Zakharova, menyesalkan sanksi baru yang dijatuhkan Amerika terhadap delapan perusahaan negaranya.

Sehari sebelumnya (24/3), Kemenlu Amerika menjatuhkan sanksi atas 30 perusahaan dari Rusia, China, Korut, Uni Emirat Arab, dan sejumlah warga dari sepuluh negara lain. Amerika menuduh mereka terlibat dalam apa yang disebutnya sebagai aktifitas “penyebaran nuklir.”

Zakharova menyebut langkah Amerika bertentangan dengan pernyataan Washington terkait perang melawan terorisme, terutama di Suriah.

“Langkah ini berlawanan dengan resolusi resmi (Amerika). Hal ini melemahkan kerjasama multinasional untuk menumpas ISIS dan kelompok teroris yang mengancam semua negara, termasuk Amerika,”ungkapnya.

Zakharova menyebut Washington tunduk terhadap pihak-pihak yang memprioritaskan memburuknya hubungan Rusia-Amerika.

Dia mengatakan,”Selama ini, pihak-pihak tersebut mencari-cari musuh yang sebenarnya tak memiliki wujud nyata. Tindakan seperti ini sama sekali tidak berguna bagi Amerika.”

Hubungan Rusia dan Barat mengeruh usai Crimea menyatakan berpisah dari Ukraina dan bergabung dengan Federasi Rusia. Hubungan ini semakin memburuk menyusul terjadinya krisis di timur Ukraina.

Republik Crimea mengadakan referendum pada 16 Maret 2014 untuk bergabung dengan Rusia. Republik ini lalu memutuskan berpisah dari Ukraina setelah mendapatkan mayoritas suara.

Kief dan para sekutunya tidak menerima hasil referendum ini. Mereka menuduh Moskow memicu ketegangan dan krisis di timur Ukraina. Hal ini menyebabkan dijatuhkannya sejumlah sanksi atas Rusia, yang kemudian memancing reaksi serupa dari Negeri Beruang Merah ini. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL