Moskow,LiputanIslam.com-Wakil Rusia di PBB mengatakan, statemen-statemen terakhir Trump terkait Iran adalah emosional. Moskow berharap, ketegangan antara pemerintah baru AS dan Iran tidak berujung pada perseteruan internasional serius.

Vitaly Churkin menyampaikan hal ini dalam wawancara dengan stasiun RT menjelang pertemuan Menlu baru AS, Rex Tillerson, dengan sejawat Rusianya, Sergei Lavarov.

Churkin mengakui ada perbedaan pendapat antara Rusia dan AS dalam sebagian hal, termasuk terkait masalah Iran.

Churkin menilai, pernyataan-pernyataan terakhir Trump tentang Iran lebih berlandaskan emosinya daripada fakta dan pertimbangan politis.

“Dalam kehidupan internasional, Anda harus memisahkan antara perasaan Anda, apa yang ingin Anda hadapi, dan apa yang Anda harapkan dari negara lain,”ungkapnya.

“Saya heran terkait protes terhadap uji coba rudal balistik Irak. Bahkan para pakar AS yang diwawancarai CNN pun turut menganggap uji coba ini sebagai pelanggaran aturan PBB. Padahal, larangan dari PBB ini telah dicabut usai terwujudnya JCPOA,”lanjut Churkin.

Dia menegaskan, resolusi PBB hanya meminta Iran tidak menguji coba rudal balistik berhulu ledak nuklir. Resolusi ini tidak meliputi larangan yang lain.

“Andai kata Iran menggunakan hulu ledak nuklir, pertama-tama tuduhan ini harus dibuktikan terlebih dahulu, baru dipublikasikan,”ujar Churkin.

Dia berpendapat, Resolusi 2231 PBB hanya mengandung sebuah permintaan, bukan larangan. Oleh karena itu, secara teknis, jika Iran menguji coba rudal balistik, negara mullah ini tidak bisa dituduh telah melanggar resolusi.

Churkin mengatakan, dia tidak berpikir bahwa ketegangan antara Iran dan AS akan berujung pada konflik militer. “Namun hal ini bisa berpengaruh pada hubungan Rusia-AS,”pungkasnya. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL