Moskow,LiputanIslam.com-Kantor berita Sputnik melaporkan, Kementerian Luar Negeri Rusia berharap bahwa gelombang protes di Iran tidak berujung pada kekerasan dan pertumpahan darah. Di saat yang sama, Moskow juga menentang adanya intervensi asing dalam urusan internal Iran, karena bisa memperburuk situasi.

Sikap netral Rusia berlawanan dengan sikap Amerika. Dalam beberapa hari terakhir, mayoritas pejabat Gedung Putih dan senator AS melakukan intervensi dengan menyampaikan dukungan terhadap para perusuh.

Di lain pihak, penasihat keamanan nasional Barrack Obama mengingatkan para pejabat Amerika melalui akun Twitter-nya. Ben Rhodes mengatakan, protes rakyat Iran dilakukan guna menuntut hak mereka, bukan demi Amerika.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyatakan bahwa musuh-musuh Revolusi Islam bersukaria atas terjadinya kerusuhan di negaranya. Dia berkata, Donald Trump saat ini berusaha menunjukkan simpati kepada rakyat Iran. Padahal beberapa bulan sebelum ini, dia menyebut rakyat Iran sebagai teroris.

“Orang yang dirinya dipenuhi permusuhan kepada rakyat Iran, tidak berhak menunjukkan simpati kepada mereka,”tegas Rouhani. (af/alalam/isna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*