Moskow,LiputanIslam.com—Pemerintah Rusia menyampaikan pada Sabtu (13/1) bahwa Moskow mengkritisi keras sikap pemerintah AS untuk meninjau kembali persetujuan program nuklir Iran dan berjanji akan melawan berbagai upaya untuk melemahkan persetujuan tersebut.

“Negosiasi semacam itu tidak akan berdampak pada persetujuan nuklir Iran… Kami akan memantau sikap AS dengan kritis,” ucap Deputi Kemenlu Rusia, Ryabkov, kepada reporter.

Ia menegaskan bahwa persetujuan itu tidak akan bisa dimentahkan kembali dan Moskow akan melawan berbagai upaya untuk melemahkannya.

Persetujuan nuklir Iran, secara formal dikenal dengan sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), telah disetujui antara Iran dan negara-negara yang tergabung dalam P5+1, yaitu: Rusia, Prancis, Cina, Inggris, AS, dan Jerman.

Sebelumnya, Amerika di bawah komando Presiden Trump, telah berupaya untuk mementahkan kembali persetujuan nuklir tersebut dengan bentuk peninjauan ulang. Bahkan, Trump sempat mengancam akan memberikan sangsi ekonomi pada Iran, jika program nuklirnya tetap dilanjutkan.

Aksi Trump ini pun mendapatkan perlawanan dari negara-negara P5+1. Mereka meminta agar Trump tetap menghormati persetujuan yang telah disepakati itu. Karena perlawanan itu, Trump pun mengurungkan niatnya dan mulai membekukan kembali sangsi ekonomi yang rencananya akan dijatuhkan kepada Iran. (fd/al-alam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL