Damaskus,LiputanIslam.com-Seorang diplomat Rusia pada Sabtu (14/7) menegaskan, permintaan agar Hizbullah keluar dari Suriah sebelum terorisma ditumpas, adalah “hal yang tak bisa diterima,” demikian dilansir kantor berita Interfax.

“Perlawanan Hizbullah terhadap teroris radikal sejalan dengan kebijakan-kebijakan Rusia di Timur Tengah,”kata diplomat tersebut.

Statemen ini disampaikan dua hari sebelum pertemuan Vladimir Putin (presiden Rusia) dengan Donald Trump (presiden AS) di kota Helsinki, Finlandia.

Sebelum ini, Yuri Ushakov (penasihat Putin dalam urusan internasional) mengatakan bahwa keberadaan Iran di Suriah adalah salah satu topik pembicaraan Putin dengan Trump.

Menurut sejumlah analis, Trump dalam pertemuan itu akan meminta bantuan Rusia untuk mengusir Iran dari Suriah. Meski demikian, Putin dinilai tidak punya minat dan kemampuan untuk memenuhi permintaan tersebut.

Menurut Bloomberg, Putin tidak mau (dan mungkin tidak bisa) mengeluarkan Iran dari Suriah, walaupun para petinggi Saudi dan Israel telah memintanya melakukan hal tersebut.

“Tanpa bantuan Iran, ada kemungkinan pemerintahan Bashar Assad akan jatuh. Putin juga tidak ingin mengirim pasukan darat untuk mendukung Damaskus. Dengan membantu Assad, Iran tetap menyambut keberadaan pangkalan-pangkalan Rusia. Selain itu, Rusia juga tidak punya sesuatu yang bisa dijanjikan kepada AS untuk keluarnya Iran dari Suriah,”lanjut Bloomberg. (af/alalam/fars)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*