Moskow,LiputanIslam.com-Sergey Lavrov (menteri luar negeri Rusia) menyatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh Moskow, AS sedang memindahkan teroris-teroris ISIS ke Irak dan Afghanistan.

Hal ini disampaikan Lavrov saat diwawancarai Russia Today France, yang juga dihadiri jurnalis dari Paris Match dan Le Figaro.

“Saat ini, kelompok teroris ISIS sudah sangat mengecil. Seperti yang saya katakan sebelumnya, mereka kini berada di pangkalan al-Tanf, yang dibangun AS secara ilegal. Menurut info yang kami miliki, AS memindahkan para teroris ini ke Irak dan Afghanistan,”terang Lavrov.

“Di kawasan ini, AS secara khusus berusaha membentuk sebuah semipemerintah secara ilegal. Tujuannya adalah menyediakan kondisi hidup nyaman untuk antek-antek mereka. Mereka sedang membuat lembaga-lembaga pemerintah untuk menggantikan pemerintah Damaskus.”

“Di saat yang sama, AS secara aktif menggulirkan rencana pemulangan para pengungsi Suriah. Padahal, baik AS, Prancis, atau negara-negara Barat lain sama sekali tidak ingin para pengungsi kembali ke kawasan yang dikendalikan Damaskus,”sambungnya.

Menlu Rusia mengatakan, Barat selalu menuntut agar proses politik di Suriah segera dimulai. Namun, dia bertanya, kenapa tak satu pun pihak yang berada di timur Furat, yang dikuasai AS dan sekutu lokalnya, tidak bersabar menanti proses politik ini?

“Mereka ingin membentuk kawasan dengan pemerintahan baru yang terpisah. Mereka telah memulai permainan berbahaya di wilayah Irak dan Suriah yang ditempati etnis Kurdi,”tandas Lavrov.

Dia berpendapat, AS memang ingin agar kawasan tetap bergejolak, sebab, kata Lavrov, AS lebih suka mengail ikan di air keruh. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*