Damaskus,LiputanIslam.com-Wakil khusus presiden Rusia untuk Suriah mengatakan, Bashar Assad harus diberi kesempatan untuk ikut dalam pilpres Suriah yang akan datang.

“Saya tidak melihat alasan Assad tidak bisa ikut dalam pilpres Suriah. Ikut tidaknya Assad dalam pilpres bergantung sepenuhnya pada keputusan dia,”kata Alexander Lavrentiev dalam wawancaranya dengan Bloomberg.

Sebelum ini, sejumlah negara Barat menyatakan, mereka bersedia berpartisipasi dalam rekonstruksi Suriah asal Assad tidak menjadi presiden dan digantikan oleh oposisi. Menurut Lavrentiev, pernyataan tersebut adalah “tindakan yang sangat lugu.”

Dia mengungkapkan, berdasarkan evaluasi IMF, rekonstruksi Suriah akan menelan biaya hingga 200 milyar dolar. Lavrentiev berkata, sejumlah negara seperti Rusia, Iran, China, India, dan selainnya menyatakan siap ikut merekonstruksi Suriah. Bahkan perusahaan-perusahaan Suriah pun bisa saja ikut dalam proyek ini, jelasnya.

Harian New Yorker pernah mengutip dari sejumlah diplomat Amerika dan Eropa tentang posisi Assad. Amerika disebut setuju Assad tetap menjabat presiden hingga pilpres berikutnya pada tahun 2021.

Jika kabar ini bisa dipercaya, keputusan Washington ini bertolak belakang dengan pernyataan para pejabat Amerika sebelum ini. Mereka selalu berkata, Assad harus disingkirkan dalam proses penyelesaian krisis Suriah.

Di lain pihak, Moskow berulangkali menegaskan bahwa nasib Assad hanya bisa ditentukan oleh rakyat Suriah sendiri. (af/alalam/tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*