Moskow,LiputanIslam.com-Dua hari setelah penasihat presiden AS menegaskan kelanjutan embargo Barat atas Rusia dan satu hari setelah Uni Eropa memperpanjang embargo selama 6 bulan ke depan, akhirnya Sergey Lavrov memberikan tanggapannya.

John Bolton pada Rabu lalu (27/6) mengumumkan, sikap AS yang menjatuhkan embargo atas Rusia karena mengikutsertakan semenanjung Krimea ke wilayahnya, tidak berubah.

Pasca referendum di Krimea pada 2014 lalu, yang berujung pada terpisahnya kawasan strategis ini dari Ukraina, AS dan sekutunya menuduh Rusia telah menginvasi tanah negara Eropa. Sebagai ‘hukuman.’ Rusia lalu dijatuhi sejumlah embargo, terutama embargo ekspor bahan-bahan makanan.

Menurut laporan Interfax, Lavrov bereaksi pedas terhadap tindakan AS dan Eropa ini. Dia berkata,”Bukan masalah jika embargo Barat tidak dicabut. Kami akan membalasnya dengan tindakan serupa.”

“Kami menganggap embargo sebagai peluang untuk mengembangkan ekonomi Rusia,”lanjutnya.

Menlu Rusia lalu berbicara tentang pengalaman yang dipetik dari embargo-embargo yang dijatuhkan atasnya. Dia mengatakan, dari embargo-embargo ini kami belajar bahwa Barat tidak bisa dijadikan sandaran terpercaya untuk impor teknologi dan barang-barang.

Lavrov juga menyinggung titik perselisihan lain Rusia dengan Barat, yaitu suaka yang diberikan Moskow kepada Edward Snowden. Ia menegaskan, Rusia tak akan mendeportasi Snowden dan dia sendirilah yang menentukan tempat ia bermukim.

“Rusia tidak pernah berunding dengan Trump terkait nasib Snowden.”tandas Lavrov. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*