Moskow,LiputanIslam.com-Deputi menteri luar negeri Rusia menegaskan penolakan Moskow terhadap bertahannya serdadu Amerika di Suriah. Mikhail Bogdanov menilai, alasan-alasan Amerika untuk bertahan di Suriah tidak logis dan menimbulkan banyak pertanyaan.

Usai deklarasi kemenangan atas ISIS, Amerika dinilai tidak lagi punya motif untuk tetap berada di Suriah. Sebelum ini, Amerika menyatakan tidak akan keluar dari Suriah hingga dimulainya proses politik demi melindungi kepentingan kelompok oposisi negara tersebut.

Bogdanov mengatakan, dalih Amerika itu tidak bisa dibenarkan. Ia juga menghendaki agar PBB memainkan peran penting dalam konferensi dialog nasional Suriah.

Konferensi ini direncanakan akan berlangsung pada awal Januari tahun depan di Sochi, Rusia.

Rusia Mulai Membangun Pangkalan Militer Permanen di Suriah

Sementara itu, menteri pertahanan Rusia mengumumkan bahwa Moskow telah memulai pembangunan pangkalan militer permanen di Suriah.

“Pekan lalu, komandan tertinggi militer Rusia telah menginstruksikan penguatan personel militer di pangkalan Hmeimim dan Tartus. Kami telah mulai mendirikan pangkalan militer permanen di Suriah,”kata Sergei Shoigu.

Menurut seorang perwira militer Rusia, dalam waktu dekat 23 pesawat, 2 helikopter, satuan khusus, dan tim medis akan kembali ke pangkalan permanen di Suriah.

Gagasan pembangunan pangkalan permanen ini digulirkan meski sebelum ini Putin menginstruksikan pemulangan sebagian serdadunya ke Rusia. Putin tidak menyebut jumlah serdadu yang akan ditarik pulang. Namun dia menegaskan pentingnya aktivitas pangkalan Hmeimim dan Tartus.

Militer Rusia telah berada di Suriah sejak 2015 lalu. Tujuannya adalah melindungi pemerintahan Bashar Assad dan memerangi kelompok teroris. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL