TepiBarat,LiputanIslam.com-Ratusan warga Palestina mengunjungi rumah Syahid Omar Abu Leila, pelaku operasi di Ariel. Mereka datang untuk menyatakan belasungkawa terhadap keluarga sang syahid.

“Alhamdulilah, kami merasa bangga. Syahadah di jalan Allah adalah hadiah terbaik yang dipersembahkan Umar kepada saya di Hari Ibu,”kata ibunda Omar.

Rezim Zionis mengumumkan, mereka akan menghancurkan rumah keluarga Umar yang berada di desa al-Zawiyah, di dekat Salfit. Jenazah Umar juga tidak diserahkan kepada keluarga dan dibiarkan di kamar mayat Israel. Rezim Zionis mengira, ‘hukuman’ ini bisa mencegah warga Palestina lain untuk melakukan operasi serupa yang dilakukan Omar.

Namun ayahanda Omar menyatakan, dirinya tak peduli terhadap ancaman Israel.

“Tidak masalah, bahkan jika rumah ini akan dihancurkan Israel. Bagi kami dan Umar, yang telah mengorbankan nyawanya, penghancuran rumah tak berarti apa-apa,”kata ayah Omar.

“Saya memohon agar Allah mengampuni Omar dan menempatkannya di surga. Bahkan walau tembok-tembok rumah ini diruntuhkan, musuh tak akan bisa meremukkan keteguhan orang-orang yang hidup di balik tembok ini,”kata saudari sang syahid.

“Apa yang ditulis oleh syuhada Palestina jauh melampaui kekuatan Israel, sebab mereka menuliskan kebebasan dan menciptakan kehidupan dari kematian,”lanjutnya.

Operasi di Salfit pada Minggu (17/3) lalu menewaskan 3 Zionis dan melukai 6 orang lainnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*